<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Nusantara - Keindahan Alam Indonesia</title>
	<atom:link href="http://nusantara.asia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nusantara.asia</link>
	<description>Keindahan Alam Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sun, 15 Jan 2012 06:12:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Pulau Burung</title>
		<link>http://nusantara.asia/sumatera/kepulauan-bangka-belitung/pulau-burung/</link>
		<comments>http://nusantara.asia/sumatera/kepulauan-bangka-belitung/pulau-burung/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jan 2012 06:03:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nusantara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kepulauan Bangka Belitung]]></category>
		<category><![CDATA[Bangka]]></category>
		<category><![CDATA[Bangka Belitung]]></category>
		<category><![CDATA[Belitung]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Burung]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nusantara.asia/?p=1188</guid>
		<description><![CDATA[Pulau Burung Pulau Burung terletak di lepas Pantai Tanjung Binga Kecamatan Sijuk Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung. Di Pulau ini terdapat bongkahan bebatuan di bibir pantai yang menyerupai paruh seekor [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://nusantara.asia/sumatera/kepulauan-bangka-belitung/pulau-burung/attachment/nusantara-asia-pulau-burung-pulau-burung/" rel="attachment wp-att-1189"><img class="aligncenter size-full wp-image-1189" title="Pulau Burung" src="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2012/01/nusantara.asia-pulau-burung-pulau-burung.jpg" alt="" width="563" height="374" /></a></p>
<h3 style="text-align: center;">Pulau Burung</h3>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pulau Burung</strong> terletak di lepas Pantai Tanjung Binga Kecamatan Sijuk Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung. Di Pulau ini terdapat bongkahan bebatuan di bibir pantai yang menyerupai paruh seekor burung sehingga pulau ini dinamakan pulau Burung oleh penduduk setempat</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-1188"></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<h3><span style="color: #008080;">Sekilas Tentang Pulau Burung</span></h3>
<p style="text-align: justify;">Pulau Burung merupakan salah satu dari puluhan keeksotisan panorama alam Bangka Belitung yang bisa Anda nikmati. Untuk menuju pulau Burung, Dari Belitung menggunakan angkutan umum menuju pantai Kelayang. Dari pantai Kelayang, Anda bisa menyewa kapal nelayan setempat untuk menuju pulau Burung dengan waktu tempuh sekitar 45 menit. Selama perjalanan Anda dapat menjumpai batu-batu granit besar yang tersebar di lautan. Jika anda menerawang ke dalam lautan, Anda akan takjub karena di dalam laut pun ternyata banyak batu-batu granit.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://nusantara.asia/sumatera/kepulauan-bangka-belitung/pulau-burung/attachment/nusantara-asia-pulau-burung-pulau-burung2/" rel="attachment wp-att-1193"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1193" title="Pulau Burung" src="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2012/01/nusantara.asia-pulau-burung-pulau-burung2-199x300.jpg" alt="" width="199" height="300" /></a></p>
<h3 style="text-align: center;">Pulau Burung</h3>
<p style="text-align: justify;">Pulau Burung memiliki pantai pasir putih yang indah. Banyak pohon kelapa tumbuh alami disekitar pantai. Warnanya yang hijau memberikan kontras yang eksotis terhadap hamparan pasir putih serta birunya lautan dan langit di pantai Pulau Burung. Banyak batu granit dengan aneka bentuk dan ukuran berdiri gagah di sekitar pantai. Ada yang berbentuk seperti burung, seperti jari tangan dan satu yang cukup unik adalah sebuah batu granit besar  yang bertengger diatas batu kecil.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://nusantara.asia/sumatera/kepulauan-bangka-belitung/pulau-burung/attachment/nusantara-asia-pulau-burung-batu-berbentuk-seperti-jari/" rel="attachment wp-att-1190"><img class="size-medium wp-image-1190 aligncenter" title="Batu berbentuk seperti jari" src="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2012/01/nusantara.asia-pulau-burung-batu-berbentuk-seperti-jari-300x223.jpg" alt="" width="300" height="223" /></a></p>
<h3 style="text-align: center;">Batu Berbentuk Jari</h3>
<p style="text-align: justify;">Pulau Burung adalah pulau yang tidak berpenghuni, dahulu ada sebuah villa dari kayu di pulau ini. Namun sekarang sudah tidak berpenghuni karena telah lama ditingal oleh pemilik villa. Kondisi ini membuat pulau ini memiliki suasana yang tenang dan sepi. Hanya deburan ombak diiringi alunan semilir angin laut. Dipadu pemandangan yang begitu memukau, pantai pasir putih yang bersih dengan bebatuan granit beraneka bentuk berlatar laut biru yang menghijau dan langit dengan awan yang berarak. Terasa sungguh begitu tenang dan damai.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://nusantara.asia/sumatera/kepulauan-bangka-belitung/pulau-burung/attachment/nusantara-asia-pulau-burung-pantai-pasir-putih/" rel="attachment wp-att-1191"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1191" title="Pantai pasir putih" src="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2012/01/nusantara.asia-pulau-burung-pantai-pasir-putih-199x300.jpg" alt="" width="199" height="300" /></a></p>
<h3 style="text-align: center;">Pantai Pasir Putih</h3>
<p style="text-align: justify;">Di pulau ini belum tersedia sarana dan fasilitas yang memadai. Untuk  urusan makan dan minum, sangat disarankan Anda membawa bekal makanan dan minuman sendiri. Dan perlu juga mengetahui kondisi cuaca sebelum Anda memutuskan untuk berpelesir ke pulau tak berpenghuni ini.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://nusantara.asia/sumatera/kepulauan-bangka-belitung/pulau-burung/attachment/nusantara-asia-pulau-burung-pantai-pulau-burung/" rel="attachment wp-att-1192"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1192" title="Pantai pulau burung" src="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2012/01/nusantara.asia-pulau-burung-pantai-pulau-burung-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a></p>
<h3 style="text-align: center;">Pantai di Pulau Burung</h3>
<p>&nbsp;</p>
<pre>Sumber:</pre>
<pre>1. <a href="http://www.voltras.net/story/smulya/hidden-paradise-pulau-burung-belitung" target="_blank">http://www.voltras.net/</a></pre>
<pre>2. <a href="http://www.visitbangkabelitung.com/pulau-burung" target="_blank">http://www.visitbangkabelitung.com/</a></pre>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nusantara.asia/sumatera/kepulauan-bangka-belitung/pulau-burung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Danau Singkarak</title>
		<link>http://nusantara.asia/sumatera/sumatera-barat/danau-singkarak/</link>
		<comments>http://nusantara.asia/sumatera/sumatera-barat/danau-singkarak/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2012 11:19:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nusantara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sumatera Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Danau]]></category>
		<category><![CDATA[Danau Singkarak]]></category>
		<category><![CDATA[Singkarak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nusantara.asia/?p=1173</guid>
		<description><![CDATA[Danau Singkarak Danau Singkarak dengan luas 107,8 km² merupakan danau terluas kedua setelah Danau Toba di Sumatra Utara, Indonesia. Danau yang berada di ketinggian 36,5 meter dari permukaan laut ini terletak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p id="line186" style="text-align: center;"><a href="http://nusantara.asia/sumatera/sumatera-barat/danau-singkarak/attachment/nusantara-asia-danau-singkarak-danau-singkarak/" rel="attachment wp-att-1174"><img class="aligncenter  wp-image-1174" title="Danau Singkarak" src="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2012/01/nusantara.asia-danau-singkarak-danau-singkarak.jpg" alt="" width="628" height="417" /></a></p>
<h3 style="text-align: center;">Danau Singkarak</h3>
<p style="text-align: justify;">Danau Singkarak dengan luas 107,8 km² merupakan danau terluas kedua setelah Danau Toba di Sumatra Utara, Indonesia. Danau yang berada di ketinggian 36,5 meter dari permukaan laut ini terletak di dua kabupaten di Provinsi Sumatra Barat, yaitu Kabupaten Solok dan Kabupaten Tanah Datar. Danau Singkarak juga merupakan hulu dari sungai Ombilin dan sungai Anai. Air ke sungai Anai dialirkan melewati terowongan yang menembus Bukit Barisan dan digunakan untuk menggerakkan generator PLTA Singkarak yang berada di dekat Lubuk Alung. Menurut cerita rakyat, danau yang juga merupakan hulu Sungai Batang Ombilin ini dahulu adalah merupakan lautan luas. Namun karena terjadi sebuah peristiwa yang luar biasa, air laut tersebut menyusut sehingga lautan itu berubah menjadi danau.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-1173"></span></p>
<h2 style="text-align: justify;"><span style="color: #008080;">Keindahan dan Pesona Alam Danau Singkarak</span></h2>
<p style="text-align: justify;">Keindahan alam, kesejukan udara dan airnya yang jernih merupakan pesona dari danau Singkarak sehingga membuat danau ini begitu istimewa untuk dikunjungi. Danau yang terletak pada ketinggian 362,5 m dari permukaan laut ini memiliki spesies ikan khas yang hanya hidup di danau ini. Masyarakat setempat menyebutnya dengan <em>Ikan Bilih</em> (<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ikan_bilih" target="_blank"><em>Mystacoleuseus Padangensis</em></a>). Ikan ini, tidak bisa dibudidayakan di luar habitatnya yang asli, baik itu di aquarium, kolam, bahkan dalam jala terapung yang ada di danau Singkarak sekalipun.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://nusantara.asia/sumatera/sumatera-barat/danau-singkarak/attachment/nusantara-asia-danau-singkarak-danau-singkarak2/" rel="attachment wp-att-1175"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1175" title="Danau Singkarak" src="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2012/01/nusantara.asia-danau-singkarak-danau-singkarak2-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<h3 style="text-align: center;">Danau Singkarak</h3>
<p style="text-align: justify;">Bagi para wisatawan yang ingin menikmati Danau Singkarak dari dekat, disediakan perahu wisata dan perahu tradisional untuk menyusuri danau tersebut. Kejernihan air dan keelokan Danau Singkarak dapat dirasakan dari atas perahu dengan biaya yang relatif murah.Pada momen-momen tertentu, di danau ini diadakan lomba perahu tradisional untuk tingkat daerah maupun tingkat nasional. Ini merupakan daya tarik bagi para wisatawan yang hobi dengan kegiatan lomba perahu tersebut.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://nusantara.asia/sumatera/sumatera-barat/danau-singkarak/attachment/nusantara-asia-danau-singkarak-danau-singkarak3/" rel="attachment wp-att-1176"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1176" title="Danau Singkarak" src="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2012/01/nusantara.asia-danau-singkarak-danau-singkarak3-220x300.jpg" alt="" width="220" height="300" /></a></p>
<h3 style="text-align: center;">Danau Singkarak</h3>
<p style="text-align: justify;">Disekeliling danau Singkarak banyak terdapat sarana penginapan berupa hotel dan wisma. Selain itu, di sepanjang pinggir danau juga berjejer rumah makan dan restoran sehingga para wisatawan bisa memilih tempat bersantap ria yang sesuai dengan selera.</p>
<h2 style="text-align: justify;"><span style="color: #008080;">Rute Menuju Danau Singkarak</span></h2>
<p>Untuk sampai ke danau ini, perjalanan dapat ditempuh melalui jalur darat. Apabila menggunakan kendaraan umum, dari Kota Padang ke lokasi perjalanan membutuhkan waktu lebih kurang 2,5 jam dengan ongkos berkisar antara Rp 30.000 sampai Rp 35.000. Bagi para wisatawan yang ingin menggunakan mobil sewaan, biayanya sekitar Rp 500.000 per hari.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://nusantara.asia/sumatera/sumatera-barat/danau-singkarak/attachment/olympus-digital-camera-2/" rel="attachment wp-att-1177"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1177" title="Danau Singkarak" src="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2012/01/nusantara.asia-danau-singkarak-danau-singkarak4-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<h3 style="text-align: center;">Danau Singkarak</h3>
<p>&nbsp;</p>
<pre>Sumber:</pre>
<pre>1. <a href="http://detik.travel/read/2012/01/04/180726/1806840/1032/danau-singkarak" target="_blank">http://detik.travel/</a>
2. <a href="http://www.kaskus.us/showthread.php?t=9502454" target="_blank">http://www.kaskus.us/</a></pre>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nusantara.asia/sumatera/sumatera-barat/danau-singkarak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Green Canyon Pangandaran</title>
		<link>http://nusantara.asia/jawa/jawa-barat/green-canyon-pangandaran/</link>
		<comments>http://nusantara.asia/jawa/jawa-barat/green-canyon-pangandaran/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Jan 2012 02:35:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nusantara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Ciamis]]></category>
		<category><![CDATA[Green Canyon]]></category>
		<category><![CDATA[Pangandaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nusantara.asia/?p=1152</guid>
		<description><![CDATA[Green Canyon Green Canyon terletak di Desa Kertayasa, Ciamis, Jawa Barat, kurang lebih 31 km dari Pangandaran. Nama Green Canyon dikenalkan oleh wisatawan dari Prancis. Warna air sungai yang kehijauan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://nusantara.asia/jawa/jawa-barat/green-canyon-pangandaran/attachment/nusantara-asia-green-canyon-green-canyon2/" rel="attachment wp-att-1155"><img class="aligncenter  wp-image-1155" title="Green Canyon" src="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2012/01/nusantara.asia-green-canyon-green-canyon2.jpg" alt="" width="630" height="419" /></a></p>
<h3 style="text-align: center;">Green Canyon</h3>
<p style="text-align: justify;"><strong>Green Canyon</strong> terletak di Desa Kertayasa, Ciamis, Jawa Barat, kurang lebih 31 km dari <strong>Pangandaran</strong>. Nama Green Canyon dikenalkan oleh wisatawan dari Prancis. Warna air sungai yang kehijauan mungkin menjadi alasan tempat ini disebut Green Canyon. Sedangkan nama sebelumnya, Cukang Taneuh berarti jembatan tanah karena adanya jembatan dengan lebar 3 meter dan panjang mencapai 40 meter yang menghubungkan antara Desa Kertayasa dengan Desa Batukaras.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-1152"></span></p>
<h2 style="text-align: justify;"><span style="color: #008080;">Pesona Green Canyon</span></h2>
<p style="text-align: justify;">Yang menjadi tujuannya adalah terowongan menyerupai gua yang berada di bawah jembatan tanah yang dikenal dengan <strong>Gua Green Canyon</strong>. Untuk mencapai gua tersebut, Anda harus menyusuri sungai Cijulang menggunakan perahu yang disebut sebagai <strong>ketinting</strong>. Perahu ini hanya mampu ditumpangi oleh 5 penumpang. Harga sewa perahu atau ketinting sebesar Rp 75.000,- per perahu. Waktu yang diperlukan untuk melakukan perjalanan yang dimulai dari dermaga Ciseureuh menuju gua kurang lebih 30 menit.</p>
<p style="text-align: justify;">Di sisi aliran sungai Cijulang Anda dapat menikmati tebing bukit yang ditumbuhi hijaunya pepohonan yang rimbun dan bebatuan yang menghiasinya. Perjalanan tidak akan membosankan karena pemandangan yang indah dan santainya menikmati aliran sungai. Naik ketinting juga dapat menciptakan keunikan tersendiri, khususnya untuk anak-anak yang menyenangi air.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://nusantara.asia/jawa/jawa-barat/green-canyon-pangandaran/attachment/nusantara-asia-green-canyon-menyusuri-green-canyon-menggunakan-perahu/" rel="attachment wp-att-1157"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1157" title="Menyusuri green canyon menggunakan perahu" src="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2012/01/nusantara.asia-green-canyon-menyusuri-green-canyon-menggunakan-perahu-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<h3 style="text-align: center;">Berperahu Menyusuri Green Canyon</h3>
<p style="text-align: justify;">Saat hampir sampai, jalur akan menyempit sehingga perahu harus bergantian untuk memasuki jalur ini. Ada pula pengatur yang memberi arahan untuk para pengemudi perahu agar dapat melaju dengan tertib. Mendekati mulut gua, ketinting tidak dapat lagi untuk mengantarkan Anda dan rombongan karena jalur yang tidak mungkin dilalui.</p>
<p style="text-align: justify;">Pemandangan yang indah menanti Anda setelah turun dari perahu. Anda dapat menikmati sisi gua yang kokoh dengan melihat <strong>stalagtit</strong> dan <strong>stalagmit</strong> yang masih meneteskan air. Air terus menerus dikeluarkan di tebing sehingga daerah ini disebut sebagai daeah hujan abadi. Anda juga dapat berenang dalam gua dengan menggunakan pelampung. Anda akan merasakan air yang terasa dingin dan menyegarkan. Pemandangan semakin cantik ketika menyaksikan air terjun Palatar yang terdapat dalam Gua Green Canyon. Berenang di air yang dingin sambil menikmati tebing-tebing tinggi dan melihat stalagtit dan stalagmit pasti merupakan pengalaman tersendiri yang tidak terlupakan.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://nusantara.asia/jawa/jawa-barat/green-canyon-pangandaran/attachment/nusantara-asia-green-canyon-green-canyon/" rel="attachment wp-att-1156"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1156" title="Green Canyon" src="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2012/01/nusantara.asia-green-canyon-green-canyon-224x300.jpg" alt="" width="224" height="300" /></a></p>
<h3 style="text-align: center;">Pesona Tebing Green Canyon</h3>
<p style="text-align: justify;"><strong>Green Canyon</strong> atau <strong>Cukang Taneuh</strong> memang merupakan tempat wisata yang indah di daerah <strong>Pangandaran</strong>. Tetapi, bila Anda berniat mengunjungi tempat ini sebaiknya berkunjung pada musim kemarau karena pada musim ini, air sungai Cijulang berwarna hijau tosca. Sedangkan pada musim hujan, saat curah hujan tinggi, air sungai akan berwarna coklat. Selain itu pada musim hujan ada kemungkinan air sungai akan pasang atau aliran air sungai yang terlalu deras sehingga tempat ini ditutup untuk umum demi keselamatan pengunjung. Kedalaman sungai ini mencapai 7 meter. Sedangkan tebing Green Canyon sendiri bisa sampai 4 meter.</p>
<h2><span style="color: #008080;">Rute Ke Green Canyon</span></h2>
<p style="text-align: justify;">Dari Jakarta atau Bandung, Anda bisa menggunakan bus jurusan Pangandaran dengan waktu tembuh sekitar 5-6 jam. Selanjutnya dari Pangandaran untuk sampai ke Green Canyon, dari terminal Pangandaran, Anda bisa menggunakan bus kecil ke arah Terminal Cijulang. Dari terminal Cijulang, kemudian naik ojek hingga sampai ke Dermaga Ciseureuh. Jarak dari Pangandaran ke Dermaga Ciseureuh yang terletak di Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Ciamis, sekitar 30 km. Waktu tempuh dengan menggunakan ojek sekitar 30 menit. Dari dermaga ini, Anda harus menyewa perahu untuk sampai ke Green Canyon.</p>
<p style="text-align: justify;">Dermaga Ciseureuh dibangun sekitar tahun 1993. Sebelumnya para penyedia jasa perahu bekerja sendiri-sendiri dalam menawarkan perahunya. Dengan adanya dermaga ini, para penyedia jasa perahu bisa diatur dan menjadi lebih tertib.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://nusantara.asia/jawa/jawa-barat/green-canyon-pangandaran/attachment/nusantara-asia-green-canyon-green-canyon3/" rel="attachment wp-att-1154"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1154" title="Green Canyon" src="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2012/01/nusantara.asia-green-canyon-green-canyon3-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<h3 style="text-align: center;">Green Canyon</h3>
<pre style="text-align: justify;">Sumber:</pre>
<pre style="text-align: justify;">1. <a href="http://kumpulan.info/wisata/tempat-wisata/53-tempat-wisata/207-green-canyon-pangandaran.html" target="_blank">http://kumpulan.info/wisata/tempat-wisata/</a></pre>
<pre style="text-align: justify;">2. <a href="http://jengjeng.matriphe.com/jeng-jeng-green-canyon-pangandaran.html" target="_blank">http://jengjeng.matriphe.com/</a></pre>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nusantara.asia/jawa/jawa-barat/green-canyon-pangandaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gua Gong</title>
		<link>http://nusantara.asia/jawa/jawa-timur/gua-gong/</link>
		<comments>http://nusantara.asia/jawa/jawa-timur/gua-gong/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2011 16:15:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nusantara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jawa Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Gong]]></category>
		<category><![CDATA[Gua]]></category>
		<category><![CDATA[Gua Gong]]></category>
		<category><![CDATA[Pacitan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nusantara.asia/?p=1076</guid>
		<description><![CDATA[Gua Gong Gua Gong, terletak di dusun Pule, desa Bomo, kecamatan Punung, kabupaten Pacitan. Terletak 30 km sebelah barat kota Pacitan. Gua Gong merupakan satu dari gua-gua yang tersembunyi di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://nusantara.asia/jawa/jawa-timur/gua-gong/attachment/nusantara-asia-gua-gong-gua-gong2/" rel="attachment wp-att-1085"><img class="aligncenter size-full wp-image-1085" title="Gua Gong" src="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2011/12/nusantara.asia-gua-gong-gua-gong2.jpg" alt="" width="630" height="473" /></a></p>
<h3 style="text-align: center;">Gua Gong</h3>
<p style="text-align: justify;"><strong>Gua Gong</strong>, terletak di dusun Pule, desa Bomo, kecamatan Punung, kabupaten Pacitan. Terletak 30 km sebelah barat kota Pacitan. Gua Gong merupakan satu dari gua-gua yang tersembunyi di perut gunung-gunung kecil yang ada di Pacitan. Gua ini merupakan goa horizontal dengan panjang sekitar 256 meter. Di dalam goa itu terdapat stalaktit, stalagmit dan batuan kapur berbentuk kerucut di langit-langit gua. Batuan kapur yang berdiri tegak di dasar berusia ratusan tahun. Banyak di antaranya menyerupai arca dalam berbagai bentuk yang dibuat pemahat. Menurut beberapa peneliti dan wisatawan mancanegara, gua ini merupakan gua paling indah di Asia Tenggara.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-1076"></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<h2><span style="color: #008080;">Keindahan Dan Pesona Gua Gong</span></h2>
<p style="text-align: justify;">Ketika mendekati Gua Gong, yang terlihat di kanan kiri jalan adalah bukit-bukit <em>karst</em> yang tandus. Justru karena ketandusannya tersebut, memberikan nuansa yang berbeda, karena tak disangka di salah satu pegunungan <em>karst</em> tersebut tersimpan sebuah mutiara keindahan yang tercipta melalui stalaktit dan stalakmit selama ratusan tahun.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://nusantara.asia/jawa/jawa-timur/gua-gong/attachment/nusantara-asia-gua-gong-gua-gong1/" rel="attachment wp-att-1084"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1084" title="Gua Gong" src="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2011/12/nusantara.asia-gua-gong-gua-gong1-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<h3 style="text-align: center;">Salah Satu Sudut Gua Gong</h3>
<p style="text-align: justify;">Walaupun tandus, menempuh perjalanan ke gua Gong sungguh mengasikkan. Jalannya yang berkelok-kelok, naik turun membuat pikiran menjadi segar. Namun mendekati lokasi gua, jalanan yang anda lalui akan menyempit. Jalannya juga terjal, terkadang naik sangat tajam dan turun secara tajam. Untuk itu anda harus sangat berhati-hati terutama jika berpapasan dengan kendaraan dari arah yang berlawanan.</p>
<p style="text-align: justify;">Adapun sejarah ditemukannya gua Gong<em>, </em>alkisah waktu itu, dusun Pule mengalami kemarau yang panjang sehingga sulit untuk mencari air minum dan air untuk berbagai keperluan sehari-hari. <em>Mbah Noyo Semito</em> dan <em>Mbah Joyo</em> mencoba mencari air ke dalam gua Gong yang belum terjamah karena dianggap keramat pada waktu itu. Dengan menggunakan obor yang terbuat dari daun kelapa kering yang diikat, mereka mecoba menelusuri lorong-lorong gua. Setelah menghabiskan tujuh ikat obor, mereka menemukan beberapa sendang dan mandi di dalamnya. Peristiwa tersebut terjadi pada tahun 1930.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://nusantara.asia/jawa/jawa-timur/gua-gong/attachment/nusantara-asia-gua-gong-gua-gong/" rel="attachment wp-att-1083"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1083" title="Gua Gong" src="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2011/12/nusantara.asia-gua-gong-gua-gong-293x300.jpg" alt="" width="293" height="300" /></a></p>
<h3 style="text-align: center;">Gua Gong Dan Salah Satu Sumber Airnya</h3>
<p style="text-align: justify;">Atas penemuan tersebut, 65 tahun berikutnya pun pencarian berikutnya dilakukan (lama sekali), tepatnya pada hari Minggu Pon tanggal 5 Maret 1995, berangkatlah sejumlah rombongan yang berjumlah delapan orang untuk mengeksplor lebih jauh tentang keberadaan gua tersebut. Singkat cerita akhirnya rombongan tersebut berhasil menyusuri gua yang keindahannya bisa dirasakan sampai sekarang.</p>
<p style="text-align: justify;">Penamaan gua Gong sendiri bertalian erat dengan salah satu nama perangkat gamelan Jawa. Konon pada saat-saat tertentu, di gunung yang ada guanya tersebut sering terdengar bunyi-bunyian seperti gamelan jawa, musik pengiring pertunjukan reog, <em>terbangan</em> (suara musik rebana), bahkan sering terdengar suara orang menangis yang memilukan. Karena itu masyarakat sekitar menamakan gua tersebut gua Gong.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena masih dianggap keramat maka anda diwajibkan mematuhi beberapa peraturan sebelum masuk ke dalam gua, diantaranya anda harus  berbicara sopan, saling menghormati, berjalan melalui jalur yang sudah ditentukan dan setiap rombongan harus didampingi oleh pemandu. Begitupun untuk syuting komersial juga tidak diperbolehkan kecuali syuting dokumenter, itupun harus melakukan proses perijinan terlebih dahulu.</p>
<p style="text-align: justify;">Di lokasi sekitar gua Gong, anda bisa menjumpai banyak gua lainnya, yakni gua Tabuhan dan gua Putri. Tapi gua Gong merupakan gua yang terindah dan terdalam diantara gugusan gua-gua yang terletak di lokasi tersebut. Karena keindahannya tersebut, pihak pengelola pun secara serius menggarap wisata ini dengan baik.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://nusantara.asia/jawa/jawa-timur/gua-gong/attachment/nusantara-asia-gua-gong-jalur-menyusuri-gua-gong/" rel="attachment wp-att-1086"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1086" title="Jalur Menyusuri Gua Gong" src="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2011/12/nusantara.asia-gua-gong-jalur-menyusuri-gua-gong-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a></p>
<h3 style="text-align: center;">Jalur Menyusuri Gua Gong</h3>
<p style="text-align: justify;">Ketika sampai di depan gerbang, anda harus terlebih dahulu berjalan sekitar 100 meter. Para penjaja senter yang ada di gerbang maupun mulut gua akan menawarkan senter mereka kepada anda. Selama perjalanan anda dapat menikmati pemadangan khas pegunungan atau mampir sebentar untuk berbelanja di warung-warung yang berderet sepanjang jalan menuju gua.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat memasuki gua, anda akan mendapati keadaan gua yang gelap apalagi jika tidak membawa senter. Namun tidak perlu khawatir saat berjalan menyusuri gua karena jalur yang ada sudah disemen dan terdapat besi pegangan agar pengunjung tidak terpeleset. Semakin ke dalam, anda akan dibuat takjub dengan pemandangan-pemandangan yang luar biasa indahnya. Stalaktit dan stalakmit yang ada dalam gua akan menghipnotis setiap mata yang memandangnya. Lampu-lampu neon yang berwarna-warni menambah keeksotisan gua ini. Stalaktit dan stalakmit di dalam gua memiliki nama-nama sendiri, antar lain <em>selo Giri</em>,<em> selo Citro Cipto Agung</em>,<em> selo Pakuan Bomo</em>,<em> selo Adi Citro Buwono</em>,<em> selo Bantaran Angin </em>dan<em> selo Susuh Angin</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Di dalam gua Gong terdapat lima sendang yang bernilai magis bagi yang mempercayainya. Sendang-sendang tersebut antara lain <em>sendang Jampi Rogo</em>, <em>sendang Panguripan</em>, <em>sendang Relung Jiwo</em>, <em>sendang Kamulyan</em> dan <em>sendang Relung Nisto</em> yang dipercaya memiliki nilai magis untuk menyembuhkan berbagai penyakit.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://nusantara.asia/jawa/jawa-timur/gua-gong/attachment/nusantara-asia-gua-gong-sendang-di-dalam-gua-gong/" rel="attachment wp-att-1087"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1087" title="Sendang Di Dalam Gua Gong" src="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2011/12/nusantara.asia-gua-gong-sendang-di-dalam-gua-gong-300x230.jpg" alt="" width="300" height="230" /></a></p>
<h3 style="text-align: center;">Sendang di Dalam Gua Gong</h3>
<p style="text-align: justify;">Gua Gong memiliki beberapa ruangan. Ruang pertama adalah ruang <em>Sendang Bidadari</em> yang terdapat sendang kecil dengan air dingin dan bersih di dalamnya. Di sebelahnya adalah ruang Bidadari, yang menurut cerita di ruangan ini kadang melintas bayangan seorang wanita cantik yang menyerupai bidadari.</p>
<p style="text-align: justify;">Ruang ketiga dan keempat adalah ruang kristal dan marmer, di mana di dalam ruangan tersebut tersimpan batu kristal dan marmer dengan kualitas yang mendekati sempurna. Ruangan kelima merupakan ruangan yang paling lapang. Di tempat ini pernah diadakan konser musik empat negara (Indonesia, Swiss, Inggris, dan Perancis) dalam rangka mempromosikan keberadaan gua Gong ke mancanegara. Ruang keenam adalah ruang pertapaan, dan ruang terakhir adalah ruang Batu Gong. Di ruangan ini terdapat batu-batu yang apabila kita tabuh akan mengeluarkan bunyi seperti Gong. Luar Biasa.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://nusantara.asia/jawa/jawa-timur/gua-gong/attachment/nusantara-asia-gua-gong-batuan-marmer/" rel="attachment wp-att-1082"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1082" title="Batuan Marmer" src="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2011/12/nusantara.asia-gua-gong-batuan-marmer-300x224.jpg" alt="" width="300" height="224" /></a></p>
<h3 style="text-align: center;">Batu Marmer di Dalam Gua Gong</h3>
<p style="text-align: justify;">Fasilitas yang tersedia di kawasan gua Gong antara lain toko suvenir, rumah makan, tempat parkir, WC umu  dan musholla. Bagi wisatawan yang ingin mengetahui seluk-beluk Gua Gong secara detail, mereka dapat menyewa pemandu yang ada di kawasan ini. Namun, bagi yang tidak ingin menyewa pemandu dapat membeli buku panduan yang ada. Bagi Anda yang ingin menginap, Anda dapat menyewa hotel ataupun penginapan yang ada di Kota Pacitan.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiket masuk Gua Gong terbilang murah. Dengan hanya membayar 4 ribu rupiah, Anda sudah dapat menikmati keelokan gua tersebut. Bagi Anda yang ingin menggunakan lampu senter sebagai penerang tambahan, Anda bisa menyewanya seharga 3 ribu rupiah.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://nusantara.asia/jawa/jawa-timur/gua-gong/attachment/nusantara-asia-gua-gong-stalaktit-dan-stalakmit/" rel="attachment wp-att-1088"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1088" title="Stalaktit Dan Stalakmit Berhias Lampu Neon" src="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2011/12/nusantara.asia-gua-gong-stalaktit-dan-stalakmit-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<h3 style="text-align: center;">Stalaktit Dan Stalakmit Berhias Lampu Neon</h3>
<h2 style="text-align: justify;"><span style="color: #008080;">Rute Ke Gua Gong</span></h2>
<p style="text-align: justify;">Jarak dari Kota Pacitan ke Gua Gong sekitar 30 kilometer. Jalan raya yang mulus dengan beberapa petunjuk jalan akan memudahkan Anda menjangkau obyek wisata tersebut. Untuk mencapai gua Gong, Anda dapat menggunakan dua jalur. Jalur pertama adalah jalur yang melalui Pracimantoro, Wonosari, Gunung Kidul. Sedangkan jalur yang kedua dari kota Pacitan. Cara termudah mencapai Pacitan adalah lewat Solo. Dari kota itu tersedia cukup banyak bus dan jalannya lebar serta mulus. Sebaliknya, jika Anda berangkat dari Surabaya, Anda harus berganti angkutan tiga kali. Dari Surabaya menuju Madiun, lalu berganti bus ke Ponorogo. Dari Ponorogo Anda naik bus kecil jurusan Pacitan.</p>
<pre style="text-align: justify;">Sumber:
1. <a href="http://www.navigasi.net/goart.php?a=gugong__" target="_blank">http://www.navigasi.net/</a>
2. <a href="http://yuiworld.wordpress.com/2011/04/18/goa-gong-pesona-wisata-pacitan/" target="_blank">http://yuiworld.wordpress.com/</a></pre>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nusantara.asia/jawa/jawa-timur/gua-gong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pantai Balekambang</title>
		<link>http://nusantara.asia/jawa/jawa-timur/pantai-balekambang/</link>
		<comments>http://nusantara.asia/jawa/jawa-timur/pantai-balekambang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Dec 2011 16:22:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nusantara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jawa Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Balekambang]]></category>
		<category><![CDATA[Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai Balekambang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nusantara.asia/?p=1049</guid>
		<description><![CDATA[  Pantai Balekambang Pantai Balekambang, adalah salah satu obyek wisata pantai yang bisa di kunjungi di Malang. Pantai ini terletak di kecamatan Bantur, 65 Km sebelah selatan kota Malang. Pantai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"> <a href="http://nusantara.asia/jawa/jawa-timur/pantai-balekambang/attachment/nusantara-asia-pantai-balekambang-pantai-balekambang1/" rel="attachment wp-att-1056"><img class="size-full wp-image-1056 aligncenter" title="Pantai Balekambang" src="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2011/12/nusantara.asia-pantai-balekambang-pantai-balekambang1.jpg" alt="" width="630" height="362" /></a></p>
<h3 style="text-align: center;">Pantai Balekambang</h3>
<p><strong>Pantai Balekambang, </strong>adalah salah satu obyek wisata pantai yang bisa di kunjungi di Malang. Pantai ini terletak di kecamatan Bantur, 65 Km sebelah selatan kota Malang. Pantai Balekambang terbentang dengan sangat indah dimana terdapat karang laut sepanjang 2 km dan memiliki lebar 200 meter ke arah laut.</p>
<p><span id="more-1049"></span></p>
<h2 style="text-align: justify;"><span style="color: #008080;">Keindahan dan Panorama Pantai Balekambang</span></h2>
<p style="text-align: justify;">Pantai Balekambang dipenuhi dengan karang laut, yang membentang sepanjang kurang lebih 2000 meter dengan lebar 200 meter ke arah laut. Menurut penduduk setempat, jika air laut surut biasanya di antara karang-karang atau bebatuan tersebut banyak ditemui ikan hias bergerombol dan hewan laut lainnya. Sepanjang garis pantai Balekambang dihiasi dengan pasir putih yang indah. Pantai Balekambang juga terkesan asri dengan banyaknya pohon-pohon perdu yang tumbuh di sekitar pantai.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://nusantara.asia/jawa/jawa-timur/pantai-balekambang/attachment/nusantara-asia-pantai-balekambang-pantai-balekambang3/" rel="attachment wp-att-1058"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1058" title="Pantai Balekambang" src="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2011/12/nusantara.asia-pantai-balekambang-pantai-balekambang3-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<h3 style="text-align: center;">Pantai Balekambang</h3>
<p style="text-align: justify;">Pantai Balekambang jadi incaran wisatawan domestik dari Malang Raya dan kota-kota disekitarnya karena suasana alam pantainya masih alami. Pengunjung akan disuguhi debur ombak besar ciri khas pantai selatan. Hanya saja, jangan teledor dan berenang jauh ke pinggir laut. Selain berbahaya, karakteristik ombak balekambang dengan arus bawahnya bisa menyeret pengunjung jika nekat berenang di laut.</p>
<p style="text-align: justify;">Di pantai Balekambang terdapat tiga buah pulau berjajar, dari timur ke arah barat yakni pulau Ismoyo, pulau Anoman dan pulau Wisanggeni. Tepat di atas pulau Ismoyo berdiri megah sebuah Pura, <em>Pura Luhur Amertha Jati,</em> tempat umat hindu melakukan ritual dan peribadatan. Untuk menuju pura ini, anda bisa melalui sebuah jembatan setapak dengan lebar 1,5 meter. Pada bulan Suro, pantai Balekambang cukup ramai di datangi wisatawan baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Ada acara yang khusus di Pantai Balekambang ini yaitu upacara Surohan (<em>Suro&#8217;an</em>) dan upacara <em>Jalanidhi Puja</em>. Sepintas apabila diperhatikan, pulau ini mirip dengan pantai Tanah Lot, Bali.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://nusantara.asia/jawa/jawa-timur/pantai-balekambang/attachment/nusantara-asia-pantai-balekambang-pulau-ismoyo/" rel="attachment wp-att-1059"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1059" title="Pulau Ismoyo" src="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2011/12/nusantara.asia-pantai-balekambang-pulau-ismoyo-300x193.jpg" alt="" width="300" height="193" /></a></p>
<h3 style="text-align: center;">Pulau Ismoyo</h3>
<p style="text-align: justify;">Fasilitas di pantai Balekambang sudah cukup memadai, tapi memang masih ada beberapa fasilitas yang tidak terawat seperti kamar mandi dan kakus yang berbau tidak sedap. Fasilitas yang tersedia antara lain, tempat parkir, <em>camping ground</em>, kios cinderamata, rumah makan, kantor informasi, <em>bungalow</em>, kolam renang, mushola, fasilitas MCK dan pendopo.</p>
<h2 style="text-align: justify;"><span style="color: #008080;">Rute ke Pantai Balekambang</span></h2>
<p style="text-align: justify;">Untuk mencapai pantai Balekambang, anda bisa menggunakan berbagai jenis kendaraan. Baik kendaraan pribadi maupun angkutan umum. Dari surabaya menuju kota Malang, dilanjutkan ke arah selatan menuju kecamatan Kepanjen kemudian menuju kecamatan Bantur. Dari Bantur akan ada penunjuk jalan menuju desa Srigonco. Di desa Srigonco inilah lokasi pantai Balekambang berada. Perjalanan Malang &#8211; Balekambang bisa ditempuh dengan waktu 2 jam.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://nusantara.asia/jawa/jawa-timur/pantai-balekambang/attachment/nusantara-asia-pantai-balekambang-pantai-balekambang2/" rel="attachment wp-att-1057"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1057" title="Pantai Balekambang" src="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2011/12/nusantara.asia-pantai-balekambang-pantai-balekambang2-300x217.jpg" alt="" width="300" height="217" /></a></p>
<h3 style="text-align: center;"> Pantai Balekambang</h3>
<p><span style="font-size: x-small;"><br style="font-size: x-small;" /></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nusantara.asia/jawa/jawa-timur/pantai-balekambang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tawangmangu</title>
		<link>http://nusantara.asia/jawa/jawa-tengah/tawangmangu/</link>
		<comments>http://nusantara.asia/jawa/jawa-tengah/tawangmangu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Nov 2011 16:49:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nusantara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Candi Cetho]]></category>
		<category><![CDATA[Candi Sukuh]]></category>
		<category><![CDATA[Grojogan Sewu]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Lawu]]></category>
		<category><![CDATA[Tawangmangu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nusantara.asia/?p=1007</guid>
		<description><![CDATA[Tawangmangu Meski berada di garis ekuator dengan suhu udara panas dan lembab, Indonesia dianugerahi dengan banyak pegunungan yang menawarkan kesejukan. Tawangmangu, sebuah kecamatan di Kabupaten Karanganyar-Jawa Tengah, menawarkan keindahan alam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 style="text-align: center;"><a href="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2011/11/nusantara.asia-tawangmangu-tawangmangu.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1009" title="Tawangmangu" src="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2011/11/nusantara.asia-tawangmangu-tawangmangu.jpg" alt="" width="614" height="419" /></a></h3>
<h3 style="text-align: center;">Tawangmangu</h3>
<p style="text-align: justify;">Meski berada di garis ekuator dengan suhu udara panas dan lembab, Indonesia dianugerahi dengan banyak pegunungan yang menawarkan kesejukan. <strong id="kawista-share" style="text-align: justify;">Tawangmangu</strong><span class="Apple-style-span" style="text-align: justify;">, </span><strong style="text-align: justify;"></strong><span class="Apple-style-span" style="text-align: justify;">sebuah kecamatan di Kabupaten Karanganyar-Jawa Tengah, menawarkan keindahan alam dan kesejukan lereng gunung Lawu. Lokasinya kurang lebih 42 km sebelah timur kota Solo. Meskipun terletak di lereng gunung, kawasan wisata ini termasuk salah satu yang paling mudah untuk dikunjungi.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-1007"></span></p>
<h2 style="text-align: justify;"><span class="Apple-style-span" style="color: #008080; font-size: 20px; font-weight: bold;">Pesona Tawangmangu</span></h2>
<p style="text-align: justify;">Suasana pagi Tawangmangu sangat indah dan eksotik. Udara dingin khas pegunungan dan kabut dari puncak gunung yang menyelimuti memberikan aura keindahan tersendiri. Berjalan-jalan sambil menikmati indahnya areal persawahan, melihat aktivitas penduduk di pagi hari, ataupun menjelajahi pasar sangat manjur untuk menghilangkan penat dari kesibukan sehari-hari. Tawangmangu juga populer dengan produksi sayur dan buah-buahan segar. Sawah-sawah yang ditanami sawi, wortel, lobak, strawberry, dan aneka hasil bumi lainnya membentang dimana-mana.</p>
<div style="text-align: justify;">
<p>Di Tawangmangu, anda bisa menemukan banyak tempat wisata antara lain candi <em>Sukuh</em>, Candi <em>Cetho</em>, air terjun <em>Jumog</em> dan air terjun <em>Grojogan Sewu</em>. Yang paling banyak dikunjungi dan paling popular adalah Air Terjun <em>Grojogan Sewu </em>yang kalau diterjemahkan berarti<em> <em>Air Terjun Seribu</em>.</em> Ketinggian air terjun ini sekitar 80 m. Air terjun <em>Grojogan Sewu</em> terletak di hutan lindung seluas 20 hektar yang masih asri dan alami. Daerah ini dekat pula dengan sebuah wisata kolam renang <em>Balekambang</em>. Turis dapat mengelilingi jalan yang ada di situ baik sambil berjalan kaki ataupun naik kuda yang disewakan di situ sambil menikmati pemandangan atau melihat-lihat souvenir yang dijual di situ.</p>
<h3 style="text-align: center;"><a href="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2011/11/nusantara.asia-tawangmangu-air-terjun-grojogan-sewu.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1010" title="Air Terjun Grojogan Sewu" src="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2011/11/nusantara.asia-tawangmangu-air-terjun-grojogan-sewu-240x300.jpg" alt="" width="240" height="300" /></a></h3>
<h3 style="text-align: center;">Air Terjun Grojogan Sewu</h3>
<p>Satu yang istimewa dari tempat wisata <em>Grojogan Sewu</em>, tempat ini menjadi suaka bagi puluhan atau bahkan ratusan kera yang sampai sekarang masih mendiami habitat di sekitar air terjun tersebut. Kera-kera yang terkadang jahil ini paling senang jika diberi makanan atau minuman oleh para pengunjung, tapi jangan coba-coba usil, kera-kera ini bisa berubah jadi super galak.</p>
<p>Di <em>Grojogan Sewu,</em> anda akan menjumpai banyak pedagang makanan dan minuman bertebaran di sekitar air terjun, siap menjadi tempat melepas lelah atau bersantai menikmati udara sejuk di bawah pepohonan yang rindang. Makanan yang paling terkenal adalah sate kelinci. Daging kelinci yang sedikit alot namun memiliki serat daging yang lembut dipadu dengan sambal kacang, irisan cabe dan bawang merah, disajikan bersama lontong. Menurut para ahli, selain rendah kolesterol daging kelinci juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Daging kelinci mengandung zat yang disebut senyawa <em>kitotefin.</em></p>
<p>Candi <em>Sukuh</em> adalah sebuah candi Hindu yang terletak sedikit di bawah Tawangmangu. Candi ini terkenal terutama karena adanya sebuah pahatan relief berbentuk lingga dan yoni yang merupakan lambang dari alat vital pria dan wanita. Kompleks candi tidak begitu luas. Menempati sebidang tanah berundak, gapura utama Sukuh tidak berada tepat ditengah melainkan di sebelah kanan depan. Sisi kanan dan kiri dihiasi dengan beberapa relief. Salah satunya adalah gambar seekor burung garuda yang kaki-kakinya mencengkeram seekor naga. Yang mengherankankan adalah adanya relief beberapa sosok manusia dalam keadaan polos, tanpa busana sama sekali. Sesuatu yang cukup mencengangkan jika mengingat budaya timur yang sangat kental dengan norma susila di Indonesia. Ditambah lagi bila mengingat bahwa ini adalah candi, sebuah bangunan yang identik sebagai tempat persembahyangan dan pemujaan dewa. Tak heran candi <em>Sukuh</em> mendapat julukan candi tererotis di Indonesia.</p>
<h3 style="text-align: center;"><a href="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2011/11/nusantara.asia-tawangmangu-candi-sukuh.jpg"><img class="size-medium wp-image-1012" title="Candi Sukuh" src="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2011/11/nusantara.asia-tawangmangu-candi-sukuh-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a></h3>
<h3 style="text-align: center;">Candi Sukuh</h3>
<p>Candi <em>Cetho</em> Candi Cetho terletak di Dusun Cetho, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, pada ketinggian 1.400m di atas permukaan laut. Merupakan candi Hindu peninggalan masa akhir pemerintahan Majapahit (abad ke-15). Dalam bahasa Jawa, <em>cetho</em> berarti jelas atau jernih. Candi Cetho hanya bisa dicapai melalui jalan aspal sempit, menanjak curam dan berkelok-kelok. Rasa was-was dan takut akan terbayar lunas begitu sampai di kompleks candi. Sejuknya udara pegunungan dan indahnya pemandangan alam akan menjadi teman setia menjelajahi Candi Cetho.</p>
<div>
<p>Gapura yang berdiri menjulang dengan anggun di bawah langit akan langsung membawa ingatan kita pada gapura-gapura di Pulau Dewata, Bali. Dua buah patung penjaga yang berbentuk mirip dengan patung pra sejarah berdiri membisu di bawahnya. Kawasan candi ini membentang pada sebuah lahan berundak dan dibangun pada akhir kekuasaan Kerajaan Majapahit di bawah pemerintahan Raja Brawijaya V. Di salah satu terasnya terdapat susunan batu dengan pahatan berbentuk matahari yang menggambarkan Surya Majapahit, lambang Kerajaan Majapahit. Candi ini pertama kali ditemukan sebagai reruntuhan batu dengan 14 teras berundak. Namun sekarang hanya tertinggal 13 teras, 9 diantaranya telah dipugar.</p>
<h3 style="text-align: center;"><a href="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2011/11/nusantara.asia-tawangmangu-candi-cetho.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1011" title="Candi Cetho" src="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2011/11/nusantara.asia-tawangmangu-candi-cetho-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></h3>
<h3 style="text-align: center;">Candi Cetho</h3>
<p>Sebagai tempat pemujaan Dewa Siwa, candi ini dihiasi dengan arca <em>phallus</em> (alat kelamin laki-laki) sepanjang 2 meter dilengkapi dengan hiasan tindik (<em>piercing</em>) yang menjadi simbol Siwa. Terdapat juga patung Brawijaya V serta penasehatnya dan susunan batu berbentuk lingga dan yoni berukuran dua meter. Bangunan utama berbentuk trapesium berada di teras paling atas. Sampai saat ini candi <em>Cetho</em> masih dipergunakan oleh penduduk sekitar sebagai tempat beribadah. Mereka meletakkan sesajen di arca-arca kemudian naik ke teras tertinggi untuk ritual keagamaan. Harum bunga sesaji dan dupa ditambah dengan kabut yang sering turun menyelimuti area candi memberi kesan mistis.</p>
<h2><span class="Apple-style-span" style="color: #008080; font-size: 20px;">Rute Ke Tawangmangu</span></h2>
</div>
<p>Untuk menuju Tawangmangu anda bisa melalui dua rute, yakni dari Karanganyar-Tawangmangu dan Magetan-Tawangmangu. Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi atau angkutan umum untuk menuju lokasi wisata. Jalan menuju terminal Tawangmangu sangat banyak kelokan tajam dan curam dengan disamping kanan-kiri jalan tersebut banyak yang berupa jurang dan atau areal persawahan yang terlihat hijau dan subur.</p>
</div>
<h3 style="text-align: center;"><a href="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2011/11/nusantara.asia-tawangmangu-tawangmangu2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1013" title="Tawangmangu" src="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2011/11/nusantara.asia-tawangmangu-tawangmangu2-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></h3>
<h3 style="text-align: center;">Tawangmangu</h3>
<pre style="text-align: justify;">sumber:
1. <a href="http://solo.yogyes.com/id/see-and-do/nature-and-outdoor/tawangmangu/" target="_blank">http://solo.yogyes.com/</a>
2. <a href="http://andhysukma.com/grojogan-sewu-wisata-air-terjun-di-tawangmangu/" target="_blank">http://andhysukma.com/</a>
3. <a href="http://walah.multiply.com/reviews/item/1" target="_blank">http://walah.multiply.com/</a>
4. <a href="http://teamtouring.net/napak-tilas-sejarah-di-candi-cetho.html" target="_blank">http://teamtouring.net/</a></pre>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nusantara.asia/jawa/jawa-tengah/tawangmangu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bali With My Husband</title>
		<link>http://nusantara.asia/bali-nusa-tenggara/bali/bali-with-my-husband/</link>
		<comments>http://nusantara.asia/bali-nusa-tenggara/bali/bali-with-my-husband/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Nov 2011 14:54:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nusantara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nusantara.asia/?p=1003</guid>
		<description><![CDATA[Artikel-artikel tentang tempat wisata di Bali sengaja dikosongi. Hanya akan diisi setelah bertamasya ke Bali bersama suami tercinta. Sehingga nantinya artikel yang disajikan adalah berasal pengalaman dan foto pribadi Mohon [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Artikel-artikel tentang tempat wisata di Bali sengaja dikosongi. Hanya akan diisi setelah bertamasya ke Bali bersama suami tercinta. Sehingga nantinya artikel yang disajikan adalah berasal pengalaman dan foto pribadi <img src='http://nusantara.asia/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Mohon doanya ya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nusantara.asia/bali-nusa-tenggara/bali/bali-with-my-husband/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pantai Ngliyep</title>
		<link>http://nusantara.asia/jawa/jawa-timur/pantai-ngliyep/</link>
		<comments>http://nusantara.asia/jawa/jawa-timur/pantai-ngliyep/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Nov 2011 18:38:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nusantara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jawa Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Ngliyep]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai Ngliyep]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nusantara.asia/?p=975</guid>
		<description><![CDATA[Pantai Ngliyep Berwisata ke pantai di tengah musim kemarau memang sebuah pilihan yang tepat. Angin yang berhembus kencang disertai kaki yang basah karena bermain-main di tepi pantai benar-benar sangat menyenangkan. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2011/11/nusantara.asia-pantai-ngliyep-pantai-ngliyep1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-980" title="Pantai Ngliyep" src="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2011/11/nusantara.asia-pantai-ngliyep-pantai-ngliyep1.jpg" alt="" width="640" height="480" /></a></p>
<h3 style="text-align: center;">Pantai Ngliyep</h3>
<p style="text-align: justify;">Berwisata ke pantai di tengah musim kemarau memang sebuah pilihan yang tepat. Angin yang berhembus kencang disertai kaki yang basah karena bermain-main di tepi pantai benar-benar sangat menyenangkan. Salah satu alternatif untuk mengisi waktu senggang adalah Pantai Ngliyep.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pantai Ngliyep,</strong> merupakan pantai berbatu yang indah yang berada di bagian selatan Kawasan Kabupaten Malang, dimana gelombang ombak bertemu terumbu karang yang berada di pantai Ngliyep. Selain itu, pantai Ngliyep memiliki sebuah pulau dengan hutan tropis hijau. Tidak seperti pantai-pantai lain yang berada dalam wilayah Malang, pantai ini sudah dibangun sedemikian rupa agar benar-benar bisa menjadi tempat yang layak untuk menjadi pilihan bagi wisatawan. Pembangunan sarana jalan yang sudah cukup layak, tempat penginapan, sarana bermain anak-anak, bumi perkemahan, dan adanya mitos <em>Nyai Roro Kidul</em> menjadikan pantai ini selalu ramai pengunjung.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-975"></span></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2011/11/nusantara.asia-pantai-ngliyep-pantai-ngliyep2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-983" title="Pantai Ngliyep" src="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2011/11/nusantara.asia-pantai-ngliyep-pantai-ngliyep2-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a></p>
<h3 style="text-align: center;">Pantai Ngliyep</h3>
<h2 style="text-align: justify;"><span style="color: #008080;"><strong>Pesona Pantai Ngliyep</strong></span></h2>
<p style="text-align: justify;">Lokasi Pantai Ngliyep berada di desa Kedungsalam, kecamatan Donomulyo, sekitar 62 km arah selatan kota Malang. Luas area pantai ini kurang lebih 10 Ha terdiri atas hutan lindung, areal wisata pantai, penginapan, dan lahan parkir. Pantai Ngliyep sebenarnya adalah sebuah perpaduan antara tebing curam dengan hutan lindung yang lebat dan hamparan pasir putih (biasa disebut <em>Pasir Panjan</em>g) di sela-selanya, serta debur ombak yang begitu ganas menghantam tebing-tebing di tepian pantai. Karena ganasnya ombak tersebut, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, pihak pengelola telah memberi pembatas antara area tepi pantai yang bisa dibuat berenang dan area yang berbahaya.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2011/11/nusantara.asia-pantai-ngliyep-pantai-ngliyep3.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-984" title="Pantai Ngliyep" src="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2011/11/nusantara.asia-pantai-ngliyep-pantai-ngliyep3-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<h3 style="text-align: center;">Pantai Ngilyep</h3>
<p style="text-align: justify;">Aktivitas lain yang bisa dilakukan di pantai ini cukup banyak, anda bisa bermain dengan pasir putih, mencari kerang, atau menanti <em>sunset</em> di gunung Kombang. Menurut kepercayaan masyarakat setempat, gunung Kombang adalah tempat ritual mistis untuk bertemu dengan <em>Nyai Roro Kidul</em> atau Ratu Pantai Laut Selatan. Dengan melakukan ritual di tempat ini, banyak yang berkeyakinan bahwa harapan akan terkabul.</p>
<p style="text-align: justify;">Satu lagi tempat yang menarik adalah sebuah bukit yang disebut dengan <em>Bukit Cinta Kasih</em>. Di bukit ini diyakini apabila ada pasangan muda-mudi yang bermain-main di sini maka mereka kelak akan menjadi pasangan.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2011/11/nusantara.asia-pantai-ngliyep-pantai-ngliyep.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-982" title="Pantai Ngliyep" src="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2011/11/nusantara.asia-pantai-ngliyep-pantai-ngliyep-300x206.jpg" alt="" width="300" height="206" /></a></p>
<h3 style="text-align: center;">Pantai Ngliyep</h3>
<p style="text-align: justify;">Setiap bulan Maulud pada penanggalan Jawa, tepatnya pada tanggal 14 Maulud, secara rutin di Pantai Ngliyep diadakan upacara tradisional Jawa, yaitu <em>Labuhan</em>. <em>Labuhan</em> adalah melarung sesaji di laut sebagai ungkapan syukur dan memanjatkan doa-doa mohon kesejahteraan agar dijauhkan dari segala mara bahaya. Sesaji itu terutama ditujukan bagi <em>Nyai Roro Kidul</em>. Konon upacara <em>Labuhan</em> ini pertama kali dilaksanakan untuk menghindarkan wabah penyakit yang melanda penduduk desa setempat. Peristiwa wabah penyakit menular bagi masyarakat Jawa biasa disebut dengan istilah <em>Pagebluk</em>. <em>Pagebluk</em> di desa Kedungsalam itu terjadi sekitar tahun 1913, dan tersebutlah seorang sesepuh desa bernama <em>Mbah Atun</em> yang mendapat mimpi untuk menggelar upacara <em>Labuhan</em> di pantai, demi keluar dari pagebluk itu. Pada upacara <em>Labuhan</em> setiap tanggal 14 Maulud itu, dilarung pula kepala kambing/sapi sebagai sesaji. Upacara ini dilaksanakan oleh pendududk desa setempat, dengan iringan kesenian <em>Reog</em> sepanjang jalan menuju pantai. Iringan-iringan orang mengenakan baju tradisional Jawa dan membawa sesaji itu kemudian berjalan menuju Gunung Kombang, kurang lebih 300 meter dari bibir pantai.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2011/11/nusantara.asia-pantai-ngliyep-ritual-labuhan.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-985" title="Ritual Labuhan" src="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2011/11/nusantara.asia-pantai-ngliyep-ritual-labuhan-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<h3 style="text-align: center;">Ritual Labuhan</h3>
<p style="text-align: center;"><a href="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2011/11/nusantara.asia-pantai-ngliyep-ritual-labuhan2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-986" title="Ritual Labuhan" src="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2011/11/nusantara.asia-pantai-ngliyep-ritual-labuhan2-300x224.jpg" alt="" width="300" height="224" /></a></p>
<h3 style="text-align: center;">Ritual Labuhan</h3>
<p style="text-align: justify;">Fasilitas yang tersedia di pantai Ngliyep juga sudah memadai, antara lain adalah pesanggrahan, penginapan dan <em>cottage</em>. Di pantai ini juga terdapat taman bermain untuk anak-anak, tempat parkir dan rumah makan. Untuk anda yang suka menikmati debur ombak pantai, Ngliyep merupakan pilihan yang tepat, namun jika anda ingin berenang, sebaiknya tetap mematuhi peraturan dari pihak pengelola karena ombak di pantai ini dapat membahayakan keselamatan diri anda</p>
<h2><span style="color: #008080;">Rute Meneju Pantai Ngliyep</span></h2>
<p style="text-align: justify;">Untuk mencapai pantai ini tidaklah susah, jalur yang termudah adalah melalui kecamatan Kepanjen &#8211; kecamatan Pagak &#8211; kecamatan Donomulyo dan dari situ anda bisa langsung menuju ke desa Kedungsalam dan dilanjutkan ke pantai Ngliyep dengan kondisi jalan yang sudah beraspal. Anda bisa menggunakan berbagai jenis kendaraan darat untuk mencapai lokasi pantai Ngliyep.</p>
<pre style="text-align: justify;">Sumber:
1. <a href="http://pesonamalangraya.com/?p=1322#more-1322" target="_blank">http://pesonamalangraya.com/</a>
2. <a href="http://www.wisatanesia.com/2010/05/pantai-ngliyep-malang.html" target="_blank">http://www.wisatanesia.com/</a>
3. <a href="http://www.donomulyoview.com/2011/02/labuhan-malang-selatan-2011.html" target="_blank">http://www.donomulyoview.com/</a></pre>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nusantara.asia/jawa/jawa-timur/pantai-ngliyep/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pantai Sukamade</title>
		<link>http://nusantara.asia/jawa/jawa-timur/pantai-sukamade/</link>
		<comments>http://nusantara.asia/jawa/jawa-timur/pantai-sukamade/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Nov 2011 17:33:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nusantara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jawa Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai]]></category>
		<category><![CDATA[Penyu]]></category>
		<category><![CDATA[Sukamade]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Nasional Meru Betiri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nusantara.asia/?p=939</guid>
		<description><![CDATA[Pantai Sukamade Pantai Sukamade, terletak sekitar 97 km barat daya Banyuwangi, pantai yang cukup  jauh dari peradaban maka dari itu wajar pantai ini sangat tenang dan merupakan pantai yang indah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2011/11/nusantara.asia-pantai-sukamade-pantai-sukamade.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-943" title="Pantai Sukamade" src="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2011/11/nusantara.asia-pantai-sukamade-pantai-sukamade.jpg" alt="" width="500" height="375" /></a></p>
<h3 style="text-align: center;">Pantai Sukamade</h3>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pantai Sukamade,</strong> terletak sekitar 97 km barat daya Banyuwangi, pantai yang cukup  jauh dari peradaban maka dari itu wajar pantai ini sangat tenang dan merupakan pantai yang indah alami. Pantai Sukamade ditemukan pertama kali oleh orang Belanda  pada tahun 1927 dan sampai sekarang ditetapkan sebagai salah satu kawasan konservasi alam karena berada di dalam kawasan Taman Nasional Meru Betiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Pantai Sukamade merupakan habitat tempat penyu bertelur. Di tempat ini wisatawan dapat menyaksikan secara langsung aktifitas penyu naik ke pantai, bertelur maupun hanya sekedar memeti. Di tempat ini juga terdapat penetasan semi alami untuk menetaskan telur-telur penyu yang telah dikumpulkan oleh petugas. Wisatawan dapat turut aktif dalam usaha konservasi penyu dengan mengikuti kegiatan pelepasan tukik (anak penyu) ke laut setelah ditetaskan pada penetasan semi alami.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-939"></span></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2011/11/nusantara.asia-pantai-sukamade-penyu.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-948" title="Tukik (Anak Penyu)" src="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2011/11/nusantara.asia-pantai-sukamade-penyu-300x204.jpg" alt="" width="300" height="204" /></a></p>
<h3 style="text-align: center;">Tukik (Anak Penyu)</h3>
<h2 style="text-align: left;"><span style="color: #008080;">Perjalanan Ke Pantai Sukamade</span></h2>
<p style="text-align: justify;">Untuk mencapai pantai Sukamade, Anda butuh kesabaran ekstra dan jiwa <em>adventure</em> yang tinggi. Dengan medan yang masih sangat alami dan jalanan yang terjal serta lokasinya yang sangat jauh, bukan tidak mungkin membuat anda putus asa di tengah jalan. Ketika telah memasuki kawasan Taman Nasional Meru Betiri, anda akan melewati kebun cokelat. Disana anda akan menemui penunjuk jalan yang <em>mengatakan</em> <strong>&#8220;Pantai Sukamade masih 27 Km</strong> <strong>loh..&#8221;</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Setelah melewati kebun cokelat, anda akan sampai di pos pintu gerbang hutan lindung <em>Rajek Wesi. </em>Bila berminat, anda bisa mampir di Pantai <em>Rajek Wesi</em> yang lokasinya hanya beberapa meter. Nah, Setelah pos <em>Rajek Wesi</em> inilah perjalanan berbatu serta menanjak sejauh 18 Km untuk menuju pantai Sukamade harus anda lalui<em>.<strong></strong></em> Jika anda menggunakan motor dan berboncengan, bagi yang dibonceng bersiaplah untuk turun dari kendaraan dan berjalan kaki.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi jangan khawatir, disepanjang perjalanan berbatu ini anda bisa menikmati panorama alam yang sangat indah. Bukit-bukit yang masih asri dengan pepohonan yang masih hijau tempat monyet-monyet bergelantungan. Anda juga akan menjumpai bunga <em>Raflesia Arnoldi</em>. Anda juga bisa melihat pemandangan tebing sepanjang pantai yang menghubungkan pantai Rajek Wesi dengan Sukamade.</p>
<h3 style="text-align: center;"><a href="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2011/11/nusantara.asia-pantai-sukamade-tebing-sepanjang-rajeg-wesi-sukamade.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-949" title="Tebing Sepanjang Pantai Rajeg Wesi - Sukamade" src="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2011/11/nusantara.asia-pantai-sukamade-tebing-sepanjang-rajeg-wesi-sukamade-300x206.jpg" alt="" width="300" height="206" /></a></h3>
<h3 style="text-align: center;">Tebing Sepanjang Pantai Rajeg Wesi &#8211; Sukamade</h3>
<p style="text-align: justify;">Masih di seputar bukit, ada pemandangan yang tidak kalah menarik, yaitu Teluk <em>Ijo</em> atau Teluk Hijau<strong>. </strong>Sesuai dengan namanya air laut disini tidak berwarna biru seperti layaknya air laut tetapi berwarna hijau. Aktivitas yang dapat dilakukan di Teluk Hijau diantaranya yaitu berenang, memancing, dan menikmati keindahan pasir putih. Di dekat lokasi ini terapat goa Jepang dan didepan goa disediakan tempat parkir kendaraan. Anda hanya bisa menyaksikanya dari jauh, karena harus turun jauh bila ingin kesana.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2011/11/nusantara.asia-pantai-sukamade-teluk-hijau.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-950" title="Teluk Hijau" src="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2011/11/nusantara.asia-pantai-sukamade-teluk-hijau-300x166.jpg" alt="" width="300" height="166" /></a></p>
<h3 style="text-align: center;">Teluk Hijau</h3>
<p style="text-align: justify;">Setelah melewati jalanan berbatu dan menanjak anda akan sampai di perkampungan Sukamade yang menandakan bahwa anda hanya berjarak  2.5 km dari pantai Sukamade. Tiba saatnya yang membahagiakan dan melegakan hati. Selamat datang di kawasan pantai Sukamade. Rasa lelah yang mungkin anda derita sekejap akan hilang begitu melihat panorama pantai perawan Sukamade. Anda tidak akan menemukan orang berjualan di sini. Benar-benar pantai pasir putih yang masih alami dengan deburan dan gemuruh ombak-ombak besar pantai selatan jawa yang bisa membuat anda merinding. Kanan kiri bibir pantai dihiasi dengan tebing yang mempesona, sedangkan di tengah ada juga dua tebing kecil yang menambah eksotisnya pantai Sukamade.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2011/11/nusantara.asia-pantai-sukamade-pantai-sukamade1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-944" title="Pantai Sukamade" src="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2011/11/nusantara.asia-pantai-sukamade-pantai-sukamade1-300x224.jpg" alt="" width="300" height="224" /></a></p>
<h3 style="text-align: center;">Pantai Sukamade</h3>
<p style="text-align: justify;">Pantai Sukamade merupakan tempat konservasi penyu hijau yang hampir punah. Di pantai ini anda juga bisa mengunjungi tempat budidaya penyu hijau. Saat malam hari, anda akan dibimbing oleh para pemandu penjaga hutan yang berpengalaman untuk melihat penyu yang mendarat ke pantai dan bertelur di pantai pasir. Penyu betina biasanya bertelur hingga ratusan butir yang diletakkan di dalam pasir di pantai. Penyu betina biasanya mulai mendarat di pantai jam 07.30 malam dan kembali ke laut pada jam 12.00 malam. Bulan November hingga Maret merupakan puncak musim penyu bertelur.</p>
<p style="text-align: justify;">Penyu yang biasa mendarat dan bertelur di pantai Sukamade ada 4 jenis dari 6 jenis penyu yang ada di Indonesia, yaitu Penyu Hijau (<em>Chelonia mydas</em>), Penyu Sisik (<em>Eretmochelys imbricata</em>), Penyu Slengkrah (<em>Lepidochelys olivaceae</em>), dan Penyu Belimbing (<em>Dermochelys coriaceae</em>). Diantara penyu-penyu tersebut yang paling sering mendarat adalah penyu hijau.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2011/11/nusantara.asia-pantai-sukamade-penangkaran-penyu.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-947" title="Penangkaran Penyu" src="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2011/11/nusantara.asia-pantai-sukamade-penangkaran-penyu-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<h3 style="text-align: center;">Penangkaran Penyu</h3>
<p style="text-align: justify;">Obyek wisata lain yang ada di pantai Sukamade adalah hutan mangrove yang terletak di muara timur pantai Sukamade. Sungainya dapat dipakai untuk berkano sambil melakukan pengamatan burung. Burung-burung tersebut diantaranya burung Roko-Roko, Elang laut, Dara Laut dan masih banyak lagi burung burung yang dapat diamati. Pengamatan burung tersebut biasanya dilakukan sambil menunggu matahari terbenam.</p>
<p style="text-align: justify;">Fasilitas yang bisa anda dapatkan di pantai Sukamade antara lain pondok wisata, <em>camping ground</em> yang dilengkapi dengan pendopo untuk ruang pertemuan, <em>shelter</em>, jalan <em>trail</em> wisata, <em>information centre</em>, laboratorium, mushola, pos jaga, beberapa kamar penginaan bagi yang mau menginap dan kamar mandi. Di lokasi wisata, tidak ada orang berjualan. Jadi sangat disarankan anda membawa perbekalan dari rumah.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2011/11/nusantara.asia-pantai-sukamade-pantai-sukamade2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-945" title="Pantai Sukamade" src="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2011/11/nusantara.asia-pantai-sukamade-pantai-sukamade2-300x204.jpg" alt="" width="300" height="204" /></a></p>
<h3 style="text-align: center;">Pantai Sukamade</h3>
<h2><strong><span style="color: #008080;">Rute Ke Kawasan Sukamade</span><br />
</strong></h2>
<p style="text-align: justify;">Menuju kawasan Taman Nasional Meru Betiri atau pantai Sukamade dapat dicapai melalui empat jalur jalan darat baik dari Jember maupun dari Banyuwangi, antara lain:</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">Jalur Jember &#8211; Ambulu &#8211; Curahnongko &#8211; Bandealit (Pintu Gerbang ke Meru Betiri bagian Barat) sepanjang 64 km dapat ditempuh dalam waktu sekitar 1,5 &#8211; 2 jam dengan kendaraan roda dua maupun roda empat.</li>
<li style="text-align: justify;">Jalur Jember &#8211; Glenmor &#8211; Sarongan &#8211; Sukamade (Pintu Gerbang ke Meru Betiri bagian Timur) sepanjang 103 km dapat ditempuh dalam waktu 3,5 &#8211; 4 jam dengan kendaraan roda dua maupun roda empat.</li>
<li style="text-align: justify;">Jalur Jember &#8211; Genteng &#8211; Jajag &#8211; Pesanggaran &#8211; Sarongan &#8211; Sukamade sepanjang 109 km dapat ditempuh dalam waktu 3,5 &#8211; 4 jam dengan kendaraan roda dua maupun roda empat.</li>
<li style="text-align: justify;">Jalur Banyuwangi &#8211; Jajag &#8211; Pesanggaran &#8211; Sarongan &#8211; Sukamade sepanjang 137 Km dapat ditempuh dalam waktu 5 jam dengan kendaraan bermotor.</li>
</ol>
<h3 style="text-align: center;"><a href="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2011/11/nusantara.asia-pantai-sukamade-pantai-sukamade3.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-946" title="Pantai Sukamade" src="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2011/11/nusantara.asia-pantai-sukamade-pantai-sukamade3-300x185.jpg" alt="" width="300" height="185" /></a></h3>
<h3 style="text-align: center;">Pantai Sukamade</h3>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nusantara.asia/jawa/jawa-timur/pantai-sukamade/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Taman Nasional Baluran</title>
		<link>http://nusantara.asia/jawa/jawa-timur/taman-nasional-baluran/</link>
		<comments>http://nusantara.asia/jawa/jawa-timur/taman-nasional-baluran/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Nov 2011 15:57:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nusantara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jawa Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Baluran]]></category>
		<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Nasional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nusantara.asia/?p=922</guid>
		<description><![CDATA[Taman Nasional Baluran Taman Nasional Baluran, diresmikan pada tahun 1980, adalah salah satu Taman Nasional di Indonesia yang terletak di wilayah Banyuputih, Situbondo, Jawa Timur, Indonesia (sebelah utara Banyuwangi). Nama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2011/11/nusantara.asia-taman-nasional-baluran-taman-nasional-baluran1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-923" title="Taman Nasional Baluran" src="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2011/11/nusantara.asia-taman-nasional-baluran-taman-nasional-baluran1.jpg" alt="" width="499" height="331" /></a></p>
<h3 style="text-align: center;">Taman Nasional Baluran</h3>
<p style="text-align: justify;"><strong>Taman Nasional Baluran</strong>, diresmikan pada tahun 1980, adalah salah satu Taman Nasional di Indonesia yang terletak di wilayah Banyuputih, Situbondo, Jawa Timur, Indonesia (sebelah utara Banyuwangi). Nama dari Taman Nasional Baluran diambil dari nama gunung yang berada di daerah ini, yaitu gunung Baluran. Taman nasional ini terdiri dari tipe vegetasi sabana, hutan mangrove, hutan musim, hutan pantai, hutan pegunungan bawah, hutan rawa dan hutan yang selalu hijau sepanjang tahun. Tipe vegetasi sabana mendominasi kawasan Taman Nasional Baluran yakni sekitar 40 persen dari total luas lahan. Tak ayal banyak orang menyebut Taman Nasional ini sebagai Afrika-nya Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-922"></span></p>
<h2 style="text-align: justify;"><span style="color: #008080;">Potensi Kawasan</span></h2>
<p style="text-align: justify;">Keadaan topografi bervariasi dari datar sampai berbukit-bukit dengan puncak tertinggi gunung Baluran (±1.247 m dpl). Dengan ketinggian tempat antara 0 &#8211; 1.247 m, kawasan ini memiliki iklim bertipe Monsoon dengan curah hujan antara 900-1.600 mm/tahun dan suhu udara antara 27° &#8211; 30° Celcius.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2011/11/nusantara.asia-taman-nasional-baluran-banteng-bos-javanicus.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-926" title="Banteng (Bos javanicus)" src="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2011/11/nusantara.asia-taman-nasional-baluran-banteng-bos-javanicus-300x229.jpg" alt="" width="300" height="229" /></a></p>
<h3 style="text-align: center;">Banteng (<em>Bos javanicus</em>)</h3>
<p style="text-align: justify;">Taman Nasional Baluran memiliki padang savana alamiah 40% dari luas kawasan, hutan mangrove, pantai, payau/rawa dan musim. Tumbuhan yang khas Baluran adalah Widoro bekol (<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Widoro_bukol" target="_blank"><em>Zyzyphus rotundifolia</em></a>) dan tumbuhan yang lain seperti Asam (<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asam_jawa" target="_blank"><em>Tamarindus indica</em></a>), Gadung (<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gadung" target="_blank"><em>Dioscorea hispida</em></a>), Kemiri (<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kemiri" target="_blank"><em>Aleuritas moluccana</em></a>), Gebang (<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gebang" target="_blank"><em>Corypha utan</em></a>) dan lain-lain.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2011/11/nusantara.asia-taman-nasional-baluran-gerombolan-sapi-di-taman-nasional-baluran.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-925" title="Gerombolan Sapi Taman Nasional Baluran" src="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2011/11/nusantara.asia-taman-nasional-baluran-gerombolan-sapi-di-taman-nasional-baluran-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a></p>
<h3 style="text-align: center;">Gerombolan Sapi di Taman Nasional Baluran</h3>
<p style="text-align: justify;">Terdapat 155 jenis burung yang sudah langka antara lain Walet ekor jarum (<em>Hirundapus caudutus</em>), Banteng (<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Banteng" target="_blank"><em>Bos javanicus</em></a>), Ajag (<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ajag" target="_blank"><em>Cuon alpinus</em></a>), Kijang (<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kijang" target="_blank"><em>Muntiacus muntjak</em></a>), Rusa <em>(<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rusa" target="_blank">Cervus timorensis russa</a>),</em> Kerbau liar <em>(<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kerbau" target="_blank">Bubalus bubalis</a>), </em>Burung merak (<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Burung_merak" target="_blank"><em>Pavo muticus</em></a>), Ayam hutan merah (<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ayam_hutan_merah" target="_blank"><em>Gallus sp</em>.</a>), Macan tutul (<em></em><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Macan_tutul" target="_blank"><em>Panthera pardus</em></a>), Kucing bakau (<em><em>Prionailurus viverrinus</em></em>) dan lain-lain.</p>
<h2 style="text-align: justify;"><span style="color: #008080;">Paket Wisata dan Fasilitas Yang Ditawarkan<br />
</span></h2>
<p style="text-align: justify;">Taman Nasional Baluran memiliki beberapa obyek dan daya tarik wisata alam yang cukup beragam, terdiri dari kombinasi berbagai bentang alam mulai dari ekosistem laut hingga pegunungan, savana, dan keanekaragaman jenis satwa dan tumbuhan.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa daerah di Taman Nasional Baluran yang sering dikunjungi wisatawan dan masyarakat untuk berbagai keperluan terutama yang dimanfaatkan sebagai daerah tujuan wisata antara lain: Gua Jepang, Curah Tangis, Sumur Tua, Evergreen Forest, Bekol, Bama, Manting, Dermaga, Kramat, Kajang, Balanan, Lempuyang, Talpat, Kacip, Bilik, Sejileh, Teluk Air Tawar, Batu Numpuk, Pandean, dan Candi Bang. Adapun wisatawan yang berkunjung ke Taman Nasional Baluran meliputi wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2011/11/nusantara.asia-taman-nasional-baluran-taman-nasional-baluran3.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-929" title="Taman Nasional Baluran" src="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2011/11/nusantara.asia-taman-nasional-baluran-taman-nasional-baluran3-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<h3 style="text-align: center;">Taman Nasional Baluran</h3>
<p style="text-align: justify;">Dari berbagai obyek wisata yang ada di Taman Nasional Baluran sebagian telah dikembangkan menjadi produk wisata, antara lain Gua Jepang, Curah Tangis, Visitor Centre, Candi Bang, Savana Semiang, Savana Bekol, Evergreen Forest Bekol, dan Pantai Bama.</p>
<p style="text-align: justify;">Di kawasan Batangan terdapat situs peninggalan sejarah berupa Gua Jepang, lokasi makam putra Maulana Malik Ibrahim, atraksi tarian burung merak pada musim kawin antara bulan Oktober &#8211; November. Fasilitas yang ada di sini antara lain pusat informasi dan <em>Camping Ground</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Di savana Bekol dan Semiang, anda bisa mengamati aneka satwa seperti ayam hutan, merak, rusa, kijang, banteng, kerbau liar, dan burung. Fasilitas yang ada di sini antara lain wisma peneliti, wisma tamu, dan menara pandang. Kawasan Manting dan Air Kacip memiliki sumber air yang tidak pernah kering sepanjang tahun, dan merupakan habitat macan tutul. Sementara bila anda ingin menikmati wisata bahari, anda bisa datang ke pantai Bama. Di sini anda bisa melihat matahari terbit, memancing ataupun <em>snorkling</em>, selain itu anda juga bisa menyaksikan atraksi perkelahian antar rusa jantan saat musim kawin pada bulan Juli dan Agustus serta atraksi kawanan kera abu-abu yang memancing kepiting/rajungan dengan ekornya pada saat air laut surut.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2011/11/nusantara.asia-taman-nasional-baluran-pantai-bama.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-932" title="Pantai Bama" src="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2011/11/nusantara.asia-taman-nasional-baluran-pantai-bama-300x213.jpg" alt="" width="300" height="213" /></a></p>
<h3 style="text-align: center;">Pantai Bama</h3>
<p style="text-align: justify;">Anda juga bisa naik sampan di laut yang tenang dan melihat berbagai jenis ikan hias di kawasan Popongan. Di lokasi ini juga terdapat fasilitas pengamatan burung migran yang bisa anda niknati sambil naik sampan. Sedangkan di Curah Tangis anda bisa berolahraga panjat tebing dengan tinggi 10-30 meter, dan kemiringan sampai 85%.</p>
<p style="text-align: justify;">Fasilitas yang tersedia antara lain kantor, pondok kerja, pesanggarahan, shelter, jalan trail, menara pandang yang sangat cocok untuk fotografi. Fasilitas penginapan di Taman Nasional Baluran dapat ditemukan di Bekol dan pantai Bama, sangat disarankan untuk konfirmasi dengan petugas Taman Nasional apabila berencana bermalam, untuk menyediakan logistik selama waktu bermalam.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2011/11/nusantara.asia-taman-nasional-baluran-matahari-terbit-di-pantai-bama.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-930" title="Matahari Terbit Di Pantai Bama" src="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2011/11/nusantara.asia-taman-nasional-baluran-matahari-terbit-di-pantai-bama-300x141.jpg" alt="" width="300" height="141" /></a></p>
<h3 style="text-align: center;">Matahari Terbit Di Pantai Bama</h3>
<h2 style="text-align: justify;"><span style="color: #008080;">Rute Ke Lokasi Taman Nasional</span></h2>
<p style="text-align: justify;">Bagi anda yang bertempat tinggal di kota-kota sebelah barat kota Surabaya. Anda bisa menggunakan kereta api jurusan Surabaya, setelah itu dari Surabaya anda akan naik kereta api Mutiara Timur atau Sri Tanjung berangkat dari Stasiun Gubeng menuju Banyuwangi (Stasiun Pasar Turi tidak ada jadwal keberangkatan kereta menuju Banyuwangi).</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah tiba di stasiun Ketapang Banyuwangi silahkan naik angkot/ojek menuju terminal Ketapang (± Rp. 3.500), selanjutnya dari terminal Ketapang naik bis (AKDP) jurusan Situbondo/Surabaya (± Rp. 5.000) lalu bilang ke kondekturnya turun di Batangan (setelah kec. Wongsorejo). Di situ anda akan turun pas di depan gerbang utama Taman Nasional Baluran.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2011/11/nusantara.asia-taman-nasional-baluran-taman-nasional-baluran2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-931" title="Taman Nasional Baluran" src="http://nusantara.asia/wp-content/uploads/2011/11/nusantara.asia-taman-nasional-baluran-taman-nasional-baluran2-300x161.jpg" alt="" width="300" height="161" /></a></p>
<h3 style="text-align: center;">Taman  Nasional Baluran</h3>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nusantara.asia/jawa/jawa-timur/taman-nasional-baluran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

