Danau Kelimutu

Nov 3, 2011   //   oleh Nusantara   //   Nusa Tenggara Timur  //  1 Komentar

Danau Kelimutu, danau tiga warna yang terletak di puncak  Gunung Kelimutu, sebuah gunung berapi yang terletak di Desa Pemo, Kecamatan Moni, Kabupaten Ende, NTT. Danau ini dikenal dengan nama Danau Tiga Warna karena memiliki tiga warna yang berbeda, yaitu merah, biru dan putih.

Danau Kelimutu

Kisah dibalik Kelimutu

Kelimutu merupakan gabungan dari kata keli yang berarti gunung dan mutu yang berarti mendidih,  merupakan salah satu daerah tujuan wisata yang sangat terkenal di pulau Flores selain pulau Komodo, kampung tradisional Bena dan Taman Laut Riung yang indah. Bagi Anda yang sempat berkunjung ke Flores, kunjungan Anda ke Flores di NTT belum lengkap bila belum sempat mampir ke danau Kelimutu. Danau ini menyuguhkan pemandangan danau tiga warna yang pada waktu waktu tertentu warnanya dapat berubah.

Awal mulanya daerah ini diketemukan oleh Van Such Telen pada tahun 1915. Keindahannya dikenal luas setelah Y. Bouman melukiskan dalam tulisannya tahun 1929. Sejak saat itu wisatawan asing mulai datang menikmati danau yang dikenal angker bagi masyarakat setempat. Mereka yang datang bukan hanya pencinta keindahan, tetapi juga peneliti yang ingin tahu kejadian alam yang amat langka itu.

Danau Tiga Warna

Danau atau Tiwu Kelimutu dibagi menjadi tiga bagian sesuai dengan warna-warnanya. Danau berwarna biru atau “Tiwu Nuwa Muri Ko’o Fai” merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa muda-mudi yang telah meninggal. Danau yang berwarna merah atau “Tiwu Ata Polo” merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang yang telah meninggal dan selama ia hidup selalu melakukan kejahatan/tenung. Sedangkan danau berwarna putih atau “Tiwu Ata Mbupu” merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang tua yang telah meninggal.

Danau yang berwarna merah, kini menjadi berwarna coklat maroon dan juga kadang berubah menjadi berwarna hitam. Sedangkan danau berwarna biru merupakan satu-satunya danau yang tidak pernah berubah warna. Penduduk setempat meyakini bahwa perubahan warna danau-danau tersebut menunjukkan gejala alam yang akan timbul seperti gunung berapi meletus, adanya longsor, musibah alam lainnya atau musibah lainnya. Dari cerita-cerita penduduk sekitar, Danau Kelimutu merupakan pusat magis atau tempat berkumpulnya makhluk-makhluk alam lain di pulau Flores. Ada juga cerita, seandainya orang melempar batu ke dalam danau, maka batu tersebut akan mental kembali ke arah pelemparnya.

Kawah Biru Dan Kawah Hitam Yang Dahulunya Berwarna Merah

Perspektif Sains Danau Kelimutu

Jaman sekarang apa sih yang tidak bisa dijelaskan secara ilmiah. Mengenai keunikan danau Kelimutu ini, sejumlah kalangan menduga, perubahan warna air di danau itu disebabkan aktivitas gunung berapi Kelimutu, pembiasan cahaya matahari, adanya mikro biota air, terjadinya zat kimia terlarut, serta akibat pantulan warna dinding dan dasar danau. Penjelasan singkat bahwa perubahan warna air ke biru putih (sekarang hijau) dimungkinkan oleh perubahan komposisi kimia air kawah akibat perubahan gas-gas gunung api, atau dapat juga akibat meningkatnya suhu. Sementara itu, meningkatnya konsentrasi besi (Fe) dalam fluida menyebabkan warna merah hingga kehitaman (sekarang cokelat tua). Adapun warna hijau lumut dimungkinkan dari biota jenis lumut tertentu.

Rute Ke Danau Kelimutu

Dari Jakarta, berangkat dari Cengkareng menuju Maumere dengan transit 30 menit di Surabaya, dan 30 menit stop over di Denpasar. Total penerbangan 2 jam 15 menit hingga landed di bandara Waioti Maumere. Dari Maumere ke Moni, melalui jalan yang berliku-liku, kanan-kiri hutan, dan terkadang tepian laut, dan sangat jarang berpapasan dengan bus. Perjalanan ditempuh selama 3 jam.

Hamparan Gunung Dan Danau Kelimutu

Tiba di Moni, sepanjang jalan menuju danau Kelimutu terdapat beberapa penginapan dengan room rate rata-rata sekitar 40 ribu hingga 75 ribu per malam. Ada beberapa penginapan misalnya Sao Ria Wisata, Hidayah, Regal Jaya, Nusa Bunga dan Arwanti Homestay. Dan kebanyakan dari penginapan2 tsb terisi penuh oleh tourist. Fasilitas tanpa AC, karena udara cukup dingin seperti di puncak.

Jarak desa ke danau Kelimutu, sekitar 14 km. Jalannya menanjak kemudian menurun. Untuk naik menuju danau, disarankan bawa kendaraan pribadi ato naik Bus Kayu ato tepatnya sebuah truk kayu yang dimodifikasi sedemikian rupa lengkap dengan bangku-bangku kayu yang panjang, hanya saja, tanpa pintu dan harus memanjat dari sisi kanan/kiri. Untuk jalan turun, bisa saja jalan kaki, yang ditempuh sekitar 2.5 hingga 3 jam.

Sunrise di Kelimutu

Menulis artikel ini, membuat saya jadi ingat akan sebuah puisi yang menggambarkan keindahan Danau Kelimutu:
“Ketika Tuhan menciptakan dan mewarnai bumi, di Kelimutu-lah, Dia mencuci kuas-Nya.

1 Komentar

  • I Love Indonesia :D

Tinggalkan komentar