Pulau Moyo
Pulau Moyo
Pulau Moyo, sebuah pulau mungil yang terletak di sebelah utara Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Luasnya 330 km persegi, dengan ketinggian maksimum 671 m dan garis pantai 88 km. Secara administratif, pulau ini termasuk wilayah Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Bagi sebagian orang, berkunjung ke pulau Moyo adalah suatu keberuntungan. Terlalu berlebihan? Tentu tidak. Berikut ini adalah ulasan tentang pulau Moyo dan keindahan luar biasa yang ditawarkan oleh pulau ini, yang pasti akan membuat Anda setuju dengan istilah beruntung tersebut.
Keindahan Pulau Moyo
Bila berkunjung ke pulau ini, kita bisa melihat keindahan alam yang masih alami. Hutan yang indah dan nyaris tak tersentuh, air terjun dan sungai-sungai alami, serta keindahan bawah laut yang tiada habisnya. Selain hiking di hutan dan menyusuri sungai dan air terjun, beberapa gua yang dapat dicapai dengan berjalan kaki bisa menjadi alternatif kegiatan. Salah satunya adalah Gua Ai Manis yang harus dicapai dengan sedikit memanjat tebing. Gua ini tempat bersarangnya ratusan kelelawar. Selain itu, aktivitas lain yang bisa Anda lakukan adalah tracking selama dua jam yang bisa dimulai dari Labuan Haji, ke arah Air terjun Brang Rea (Sungai Besar) yang terletak di tengah pulau.
Pulau Moyo
Pulau Moyo memiliki variasi ketinggian dari 0 – 648 m di atas permukaan laut. Sebagai penanda masih lestarinya pulau seluas kurang lebih 30.000 hektar ini, ratusan kupu-kupu akan terlihat dari balik semak belukar, pepohonan atau di tengah padang savana. Pulau ini juga dihuni 21 jenis kelelawar, burung, macaque, babi liar, rusa dan ular. Dengan kondisi alam yang masih sangat alami, tidak disarankan memasuki pulau ini tanpa pemandu. Karena ada kemungkinan bisa tersesat. “Namun anehnya, setiap kali ada yang tersesat, pasti tetap menemukan jalan ke luar sendiri. Entah digiring oleh burung atau kupu-kupu” ujar Pak Maman, salah seorang pemandu di sini. Menurutnya lagi, penghuni (baca: makhluk halus) hutan di Pulau Moyo tidak suka mengganggu.
Air Terjun Pulau Moyo
Pulau Moyo merupakan surga bagi pencinta burung. Dari 124 spesies burung yang terdapat di Sumbawa, 86 jenis di antaranya berada di pulau ini. Spesies burung langka juga bisa anda temukan di sini. Diantaranya adalah Kakatua berkepala kuning serta burung Gosong Tanimbar (Megapodius tenimberensis). Burung yang terakhir, memang unik karena mengandalkan tanaman dan ranting untuk menghasilkan panas selama masa inkubasi telurnya.
Pulau Moyo juga menawarkan keindahan alam bawah laut. Bila ingin snorkling atau menyelam, kawasan sekitar pulau menawarkan berbagai keindahan bawah laut yang juga tak kalah menarik. Taman laut yang membentuk formasi karang lunak dan keras yang indah, bisa ditemukan pula sponge (spon) dan crustacea. Hampir keseluruhan pulau dikelilingi karang yang masih dalam keadaan baik dan belum rusak. Anda juga bisa menjumpai hiu dengan panjang kurang lebih dua meter, ikan pari kecil selebar kurang-lebih 50 cm. Dan satu lagi, anda juga bisa melihat beberapa ikan terbang berlompatan di permukaan air. Bila Anda ingin diving, Anda bisa melakukannya di sekitar Pulau Medang, yang terletak di Barat Laut Pulau Moyo.
Terumbu Karang di Pulau Moyo
Meskipun kecil, pulau yang sepi namun memiliki kekayaan alam yang luar biasa ini, berhasil memikat beberapa orang besar sekaliber Lady Diana dan Mick Jagger untuk berlibur. Pulau Moyo, sebuah pulau kecil yang terletak di sebelah utara Pulau Sumbawa, Propinsi Nusa Tenggara Barat. Melihat keindahan pantai, laut dan alamnya, memang menawarkan ketenangan bagi penikmat keindahan alam bebas dan bawah laut.
Rute Ke Pulau Moyo
Untuk mencapai pulau eksotis ini, perjalanan dimulai dari Kota Mataram. Untuk akomodasi, ada beberapa travel yang menyediakan jasa untuk mencapai Pulau Sumbawa, namun bukan ke pulau Moyo. Biaya yang perlu disiapkan untuk sampai ke Sumbawa sekitar Rp. 100.000 – Rp 200.000 per orang. Dari Sumbawa, perjalanan dengan mobil dapat ditempuh dari Sumbawa Besar ke Ai Bari, kampung pesisir yang terletak sekitar 20 km utara Sumbawa Besar. Perjalanan dari Ai Bari ke Pulau Moyo dapat ditempuh selama lebih kurang 15 menit dengan speedboat atau menggunakan kapal ketinting. Salah seorang nelayan yang selalu menyediakan transportasi ini adalah Pak Lahi yang sudah terbiasa menerima tamu asing, bahkan namanya sering ditulis dalam berbagai buku panduan wisata. Diperlukan waktu sekitar 8-9 jam perjalanan darat dan laut dari Mataram hinga ke sampai pulau Moyo.
Pulau Moyo
Bila anda tidak ingin repot, Hotel Tambora dan Kencana Beach Hotel di Sumbawa Besar, bisa mengatur perjalanan menuju pulau ini. Selain itu, ada alternatif lainnya, yaitu dengan memanfaatkan jemputan dengan pesawat amphibi pribadi yang disediakan oleh PT. Amanwana. Tentu saja biaya yang harus dikeluarkan lebih mahal. Meski demikian, kelelahan akibat perjalanan panjang itu pun terbayar sejak pertama kali kita menapakkan kaki di tanah Moyo. Keindahan mulai terpancar dimana-mana. Kupu-kupu akan datang menyambut dari balik semak belukar.
Amanwana Resort
Di pulau Moyo, hanya ada satu hotel yang berdiri diatas pulau tersebut. Hotel Amanwana, sebuah hotel bintang lima yang menyuguhkan kemewahan dan privatisasi bagi kostumer mereka. Amanwana hanya menyediakan 20 tent-cottage yang indah. Konsep yang ditawarkan adalah back to nature, tanpa ada suara bising dari televisi ataupun radio. Untuk bermalam disana, paling tidak anda perlu mengeluarkan uang sekitar US$ 700 per malam.
1 Komentar
Tinggalkan komentar
Provinsi
- Bali (1)
- Banten (3)
- DKI Jakarta (1)
- Jawa Barat (5)
- Jawa Tengah (4)
- Jawa Timur (11)
- Kepulauan Bangka Belitung (1)
- Nusa Tenggara Barat (1)
- Nusa Tenggara Timur (2)
- Papua (1)
- Papua Barat (1)
- Sumatera Barat (1)
- Sumatera Utara (1)
- Yogyakarta (2)










emm bagus banget…